Sabtu, 23 Februari 2008

SBY di Kudeta Banjir

Yang namanya banjir atau benca alam tidak memang korbannya mau itu dari latar belakang yang sangat miskin atau yang kaya begitu juga dengan profesinya tetap saja semua meraskan yang namanya bencana.

Terserah anda mengatakannya itu hak anda tapi itulah kenyataanya…SBY mengalami semacam “kudeta”kecil dimana ketika akan pulang ke Istana dari kunjungan mendadak atau istilah kerennya Inspeksi Mendadak ke Karawang untuk melihat perkembangan harga dari bahan – bahan pokok,SBY terjebak dalam situasi hujan deras yang dari semalam sudah menguyur Ibukota dan kota – kota pinggiran DKI seperti Bekasi,Tangerang,dan Depok serta Bogor..mobil yang membawa rombongan RI 1 tersebut akhirnya kalah dengan air karena supir yang membawa SBY tidak bisa lagi melakukan manuver mobilnya supaya bisa sampai ke Istana untuk mengadakan rapat yang dirancang oleh SBY dan hasil rapat itu sendiri sekaligus mengeluarkan Perintah Presiden RI dalam hal menstabilkan harga dari kebutuhan pokok.

Akhirnya SBY pun merelakan turun dari kendaraan dinasnya untuk beralih ke dalam kendaraan yang biasa digunakan oleh Pengawalnya yang mungkin standar dari kendaraan itu jauh dari kendaraan yang biasa SBY gunakan tapi akhirnya SBY pun sampai juga di Istana.

Stop bicarakan SBY yang ada sekarang bagaimana di awal tahun 2008 ini DKI dan sekitarnya kedatangan tamu yang seharusnya selalu datang setiap lima tahun sekali tapi kali ini belum ada lima tahun mendatang sudah datang…iya siapa lagi dan siapa bukan yaitu banjir…ya sejak hari kamis tanggal 31 Januari 2008 malam tepat berakhirnya bulan Januari DKI dan sekitarnya diguyur hujan mulai dari rintik – rintik hingga deras yang tanpa henti – hentinya dan akhirnya pada Jumat tepat di awal bulan Februari tiba-tiba di wilayah DKI sudah menunjukkan tanda – tanda genangan yang semakin lama semakin lebar bahkan DKI sudah bisa mampu membuat danau tanpa harus dirancang dan ditender ke sejumlah perusahaan.

Dampak dari banjir satu hari ini adalah tersendatnya jalur pesawat yang akan tinggal landas hingga turun landas ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta,Cengkareng. Banyak penerbangan yang seharusnya parkir dan menurunkan di Cengkareng harus rela “dibuang” ke Bandara Palembang , Adi Sucipto , Adi Sumarno serta yang paling dekat di Pangkalan Militer Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma.anda bisa bayangkan bagaimana Chaosnya Bandara yang menjadi tumpahan dari Bandara Soekarno – Hatta dan berapa ratus juta bahkan puluhan juta uang yang dikeluarkan para penumpang untuk beli tiket terbuang percuma karena dampak banjir,kemudian ada seorang bussinesman asal kalau tidak salah Mesir harus rela kehilangan uang sebesar US$ 20,000 untuk mungkin tender bisnisnya di salahsatu daerah di Sumatra,kalau keadaaan seperti ini kepada siapa mereka harus meminta pertanggung jawaban.

Memang Banjir ini bukan kehendak kita,tapi bisa jadi kehendak kita kalau kitanya tidak bersikap dewasa,kenapa ada banjir ? ya..karena masih banyak sebagian orang terutama kaum marjinal dan rakyat jelata yang tidak tahu dimana mereka akan membuang sampah dan tempat tinggal,dan juga bukan hanya rakyat jelata dan kaum marjinal yang dijadikan tersangka dalam kasus banjir DKI baik siklus lima tahunan atau yang terjadi kemarin,tetapi lebih kepada kaum Borjuis alias kalangan jetset kenapa penulis bilang kaum borjuis dan jetset lah yang menjadi biang dari segala biang kekacauan dari banjir ini ? karena kita bisa lihat bagaimana perkembangan gedung-gedung beton yang menghiasi jalan – jalan protokol ibukota,mulai dari perumahan yang dekat dengan akses tol atau jalan protokol lalu banyaknya Mall mulai dari tingkat biasa hingga Mall Berseri sekian hingga apartemen ratusan lantai yang hampir sama dengan tinggi Monas tapi dari semua itu tidak ada barternya kepada alam,dan terbukti Gedung – gedung itu dibangun tapi apakah adakah dari semua gedung itu memiliki sarana drainase atau adanya lahan khusus meresap air hujan ? jawabnya TIDAK ADA….

Sudahlah sekarang bukan lagi siapa yang menjadi tersangka dan siapa yang menjadi korban dari peristiwa banjir ini,yang penting bagaimana caranya agar DKI tidak menjadi Danau Buatan yang sangat besar dan dalam melebihi danau Toba atau Bunaken yang setiap datangnya lima tahun sekali…sudah saatnya berubah dan menghilangkan kutukan itu,apa jawaban kita kalau ada turis dari luar melihat dan bertanya kepada kita ketika mendarat di Bandara Internasional Soekarno – Hatta dan melihat banyak genangan tidak seperti apa yang dibayangkan oleh turis itu berbeda 180 derajat ketika melihat brosur yang terdapat di Kantor Perjalanan Wisata di negaranya atau di Kedutaan Besar Republik Indonesia dan mengiyakan untuk berwisata ke Indonesia ?

Jakarta Punya Busway…Jakarta sering Kebanjiran….! OK !!!

Lumpur Lapindo adalah Kejahatan Kemanusiaan BUKAN Fenomena Alam atau Bencana Alam !!!

Jika kita ditanya tentang kota Sidoarjo secara spontan yang ada dalam khayal kita adalah bencana Lumpur yang disudah semakin parah bahkan sudah mencapi puluhan desa tergenang oleh lumpur panas ini.

Ya benar…hampir memasuki usianya yang ke dua,lumpur lapindo ini bukannya semakin menyusut dan menghilang malah sebaliknya makin melebarkan sayapnya bahkan beberapa hari yang lalu sejumlah tanggul penahan lumpur ini jebol dan menggenangi desa siring yang nota bene tidak termasuk dalam peta bencana tapi nyatanya…

Sudah berpuluh – puluh akademisi baik dari luar hingga dalam negeri baik yang populer namanya hingga yang kurang terkenal mencoba mengadakan riset dan berandai – andai dengan riset mereka ini lumpur ini bisa berhenti TERNYATA tidak membuahkan hasil,mulai dari peninggian tanggul sampai memasukkan bola – bola beton mulai dari ukuran kecil hingga sangat besar sekali.

Kenapa ini bisa terjadi..sebenarnya awalnya adanya sebuah perusahaan tambang yang bernama PT.Lapindo Brantas,sebuah perusahaan tambang yang dimiliki oleh sebuah dinasti pengusaha berbagai bidang yang bernaung dalam bendera kebesaran Bakrie dan perusahaan ini dipimpin salahsatu anggota dari dinasti ini yang juga fanatik akan sepakbola bahkan sering keluar masuk sebuah gedung di Jalan Pintu IX Komplek Stadion Gelora Bung Karno – GBK - Senayan baik sebagai pengurus maupun simpatisan pendanaan yaitu NDB ingin mengekloitasi minyak yang ada di kota Sidoarjo tetapi entah kenapa yang keluar adalah lumpur yang sangat banyak dan sempat ditutup tapi tetap saja keluar dan yang terjadi ya…seperti saat ini.

Setelah semua peristiwa ini ada tarik ulur dan penuh trik serta kebohongan publik kepada rakyat Sidoarjo yang menjadi korban dan pemerintah akhirnya ikut campur padahal BUKAN !! urusan mereka dalam hal ganti rugi..maka ada semacam pertanyaan dan mungkin ini sampai dibawa ke dalam forum DPR.

Pertanyaannya adalah Benarkah Lumpur Lapindo ini masuk kategori Bencana Alam serta Fenomena Alam atau Bukan keduanya ?

Menurut analisa penulis sebagai orang awam yang tidak menahu akan ilmu geologi dan pertambangan maaf kalau salah , kesimpulan apa yang terjadi dengan Lumpur Sidoarjo ini adalah MURNI 100 % KECELAKAAN yang dilakukan para pekerja dari PT.Lapindo Brantas atau pihak yang diutus PT.Lapindo untuk mengeksekusinya BUKAN fenomena alam atau bencana alam seperti yang diutarakan oleh tim yang dibuat oleh parlement dan pemerintah.

Tetapi ada sebuah analisis yang ditulis oleh salah satu pemerhati hukum yang penulis baca di salahsatu harian nasional ibukota yang mengatakan bahwa berdasarkan hasil dari Geological Society of America menegaskan, luapan lumpur di SEBABKAN KESALAHAN MANUSIA !! ( man made ) dan mengesampingkan ( discounted ) efek gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelum lumpur tersebut meluap.

Kalau murni kecelakaan,itu berarti segala kerugian dan biaya penggantian kepada korban harus dibayarkan oleh PT.Lapindo Brantas selaku perusahaan yang mengerjakan proyek itu tetapi kenapa pemerintah ikut campur ya dalam kasus ganti rugi ini sampai harus mengeluarkan Peraturan Presiden No.14 / 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo yang menurut penulis CACAT HUKUM karena kenapa cacat hukum.. pertama , masyarakat yang menjadi korban serta mengalami kerugian material dan inmaterial sangat besar , tak ada klausul pemberian ganti rugi kepada korban yang ada hanya mengatur transaksi jual beli tanah serta bangunan milik korban dengan syarat di bayar dengan cicilan. Kedua, Perpes No.14 / 2007 ini membatasi transaksi jual beli tanah hanya kepada daerah yang masuk dalam peta area yang kena tertanggal 22 Maret 2007 padahal kita tahu semua bahawa luberan lumpur ini makin hari makin luas dan tidak bisa diprediksi , maka agak janggal sekali pembayaran oleh Lapindo inc hanya dibatasi dengan peta penampak,seharusnya menurut penulis Perpres ini harus mencakup semua wilayah kalau perlu setiap sudut kota sidoarjo harus masuk dalam peta penggantian karena ya itu tadi siapa yang bisa prediksi kalau lumpur ini hanya satu – dua bulan tidak menyebar luas ? …bukannya salahsatu dari anggota dinasti yang juga menjabat yang job desknya mengurusi kesejahteraan rakyat Indonesia ini menurut riset sebuah majalah cukup disegani didunia adalah Numero Uno ORANG PALING KAYA di Indonesia dengan asset sebesar 5,4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 50,2 triliun,bahkan mengalahkan sang Wapres yang juga saudagar ini berada dalam posisi urutan 31 orang terkaya di Indonesia.

mosok ga bisa bayar ganti rugi warga Sidoarjo kan nilai rumah warga itu kan ga sampai anda melarat dan hidup dikolong jembatan tol atau pinggir kali ciliwung kan bung !

Seharusnya pemerintah dalam hal ini TIDAK PERLU ! turun tangan dalam penyelesaian ganti rugi walaupun disana ada aset negara seperti Tol, rel Kereta api dan sebagainya cukup dengan mengawasinya saja dan bahkan membantu masyarakat Sidoarjo yang ingin mengajukan tuntutan atau Class Action kepada PT.Lapindo Brantas mulai dari Pengadilan Tinggi hingga MA bahkan PTUN sekali pun kalau perlu , jangan seperti sekarang pemerintah turun tangan menangani ini yang jelas – jelas bukan pemerintah yang melakukannya,sehingga terkesan bahwa pemerintah TUNDUK !! kepada orang – orang yang mempunyai duit dan jabatan bukan memikirkan rakyat yang jelas – jelas mungkin yang memilih anda sebagai Presiden pada pemilu tahun 2004 lalu.dan jangan salah bassis suara Jawa Timur adalah penghasil suara pemilu paling besar dan berpengaruh…seharusnya anda sadar dan intropeksi kedalam diri anda kenapa anda bisa duduk nyaman di Istana karena iya itu tadi hampir 65 % suara berasal dari Jawa Timur,selain propinsi lainnya..

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah benarkah Lumpur Lapindo itu masuk kategori Fenomenal Alam seperti halnya saat ini perubahan cuaca dimana hujan turun secara terus menerus serta banyaknya gelombang pasang di sebagaian wilayah pantai Indonesia ATAU masuk kategori HUMAN ERROR kata lain kelalaian manusia atau lebih rincinya adalah kejahatan kemanusiaan karena dengan adanya kejadian ini banyak warga harus rela melepaskan angan – angan tinggal disana misalnya untuk hari tua,banyak anak – anak yang tidak bisa bersekolah lagi karena lumpur ini..atau semakin banyak jumlah penduduk Jawa Timur terutama di Kota Sidoarjo dan sekitarnya yang mengalami ganguan jiwa mulai dari tingkat awal hingga akut akibat dari kasus ini..

Kalau menurut penulis kejadian lumpur ini masuk kategori HUMAN ERROR seperti halnya yang disimpulkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia – Komnas HAM karena bagaimanapun yang MEMBUAT hingga seperti ini adalah MANUSIA BUKAN Tuhan ATAU Alam !!

Lantas bagaimana dengan penyidikan yang dilakukan Kepolisian Jawa Timur beserta jajarannya apa sudah mencapai titik temu dan menemukan serta menyeret semua pimpinan termasuk sang anggota dinasti ini ke Hotel Prodeo Polda ? seperti kasus ini menurut penulis ibarat maaf ! hangat – hangat tai kebo dimana awalnya saja dipublikasikan tapi lambat laun seperti sekarang hampir tidak ada beritanya kalaupun ada beritanya hanya dari korban bukan dari penyidikan itu sendiri.

Sudahlah sekarang yang harus dipikirkan oleh semua anggota dewan sampai Presiden bagaimana caranya mengembalikan harta daripada rakyat Sidoarjo yang menjadi korban,tak mudah mengembalikan itu semua karena mereka sudah pasrah bahkan psikologi mereka terganggu karena dampak ini , belum lagi nasib anak – anak usia sekolah yang mungkin sampai sekarang nasib masa depannya suram ini harus diperhatikan oleh semua pejabat termasuk Presiden.

Ada beberapa langkah konkret yang harus ditempuh Pemerintah termasuk didalamnya Parlement serta komisi yang membidangi urusan perminyakkan dan pertambangan dalam kasus ini sesuai dengan pendapat dari seorang ahli hukum lingkungan adalah..Pertama mendesak dan menekan terus pihak PT.Lapindo untuk membayar ganti rugi sebesar – besarnya terhadap korban walaupun tidak bisa menunjukkan bukti harta yang dimiliki,sekarang bagaimana bisa menunjukkan bukti seperti surat rumah kalau rumahnya sudah terendam lumpur,jadi PT.Lapindo jangan coba – coba mencari alasan atau mengelak tidak mau membayar ganti rugi warga kalau tidak disertai dengan seperti menunjukkan surat rumah atau akta jual beli rumah atau tanah..dan TIDAK BOLEH ada se-SEN pun RUPIAH keluar dari kas Negara dalam hal ini APBN untuk MEMBAYAR ganti rugi..penulis sebagai rakyat TIDAK SUDI – ORA SUDI uang yang penulis bayarkan melalui pajak dari segala hal yang penulis miliki untuk membayar GANTI RUGI warga Sidoarjo melalui PT.Lapindo Brantas..

Kedua..Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Sidoarjo terus mengusut tuntas kalau perlu penyandang dana , pemilik dan pemegang saham dari PT.Lapindo Brantas dipanggil entah itu didalamnya salah satu orang paling kaya di Indonesia atau di akherat..

Ketiga…Pihak Lapindo mulai dari pemegang saham hingga kepala operasional ketika proyek naas itu berlangsung HARUS MENGAKUI , MEMINTA MAAF , MENGGANTI KERUGIAN 100 % bahkan Lebih serta SIAP di PENJARA kepada seluruh warga Sidoarjo mungkin rakyat Indonesia dengan apa yang mereka lakukan melalui media baik cetak , elektronik hingga online karena selama ini dimedia yang berbicara soal kasus ini bukan mereka melainkan pejabat negara yang berkantor di Kementerian Sumber Daya Alam dan Mineral serta anggota DPR bukan mereka ….kalaupun ada hanya sekedar retorika atau iklan propaganda mereka seperti halnya yang dilakukan ketika kasus Buyat…

Apakah klimaks dari Lumpur ini bisa memulihkan psikologi dan mental dari para korban Lumpur untuk bangkit menatap masa depan mereka yang sekarang suram atau mereka lambat laun MATI dalam kegelisahan karena masa depan mereka sudah bisa dilihat dari kondisi mereka saat ini ?….

Disewakan Hutan Negara , Siapa Yang Mau ?

Bulan Desember tahun 2007 lalu adalah bulan dimana Indonesia menjadi sorotan seluruh negara yang ada di jagat dunia ini,karena Bali salahsatu provinsi di Indonesia menjadi tempat bertemunya para menteri lingkungan hidup , aktivis lingkungan hidup hingga pemimpin dunia karena adanya hajatan gelaran yang bernama United Nation Framework Climate Change dimana hasil dari pertemuan ini menghasilkan suatu resolusi yang bernama Bali Road Map dimana Bali Road Map ini akan menggantikan peran dari Protokol kyoto yang akan habis masanya.

Akibat dari pertemuan ini Kepemimpinan Indonesia di puji banyak pihak,akibat dari hajatan ini selama bulan Desember pemerintah membuat beberapa program seperti Program Bulan Menanam Pohon yang dicanangkan oleh Presiden SBY

“ Mari kita jadikan Desember menjadi bulan untuk gerakan menanam pohon agar hutan dan lingkungan kita menghijau “

Presiden SBY – Kompas , 5 / 12 / 2007


Ternyata oh ternyata… belum sampai tiga bulan dari selesainya hajatan konvensi perubahan iklim itu, 220 juta jiwa rakyat Indonesia dikejutkan dengan berita yang keluar dari Istana ini yaitu keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2008 tertanggal 4 Februari 2008. Isi dari PP itu sendiri adalah tentang jenis tarif penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kawasan hutan , PP itu sendiri mengatur penggunaan kawasan hutan termasuk hutan lindung , untuk kepentingan pertambangan

Dengan kata lain adanya PP ini dapat memungkinkan sebuah perusahaan tambang mengubah kawasan hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan tambang skala besar HANYA dengan membayar sebesar Rp.1,8 juta – Rp. 3 Juta per hektarnya.dan lebih murah lagi untuk usaha tambang gas dan minyak , panas bumi , jaringan telekomunikasi , stasiun pemancar siaran radio , stasiun relay televisi , tenaga listrik , instalasi air dan jalan tol dan itu semua tadi dikenakan tarif sebesar Rp.1,2 Juta – Rp.1,5 Juta.

Atau dengan bahasa lebih mudah dan dipahami oleh kalangan awam yang tidak mengerti dengan istilah kehutanan adalah jika anda mempunyai uang Rp.120 – Rp.300 per-meter dengan kata lain harga hutan ini lebih murah daripada harga sepotong pisang goreng yang baru diangkat dari kuali panas anda bisa menyewanya..murah sekali bukan !!!

Kita tahu bagaimana akhir – akhir ini banyak sekali bencana banjir datang silih berganti ditiap daerah tidak hanya di DKI Jakarta saja sebagai ibukota negara.akibat daripada perusakan SDA terutama pada hutan yang telah melahirkan bencana dan kerugian yang bukan lagi nominalnya jutaan rupiah malah bisa menjadi trilyunan rupiah.menurut data yang penulis baca disalahsatu harian nasional bahwa sepanjang tahun 2000 hingga 2006 tercatat sedikitnya ada 392 kasus bencana banjir dan longsor disetiap sudut daerah dinegara ini,ada puluhan ribu orang yang meninggal , sementara sisanya harus mengungsi ke tempat penampungan yang tidak layak sambil menantikan bala bantuan dari pemeritah yang tidak jelas rimbanya..

Menurut penulis apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini yang menandatangani adalah Presiden adalah hal yang tidak masuk akal bagaimana bisa dan tidak dipikirkan dahulu , disaat perubahan iklim dan banyaknya bencana yang menimpa negara ini akibat dari tangan – tangan jahil dan kotor yang selalu merusak hutan kita ini masih saja diberi keistimewaan dan perhatian oleh pemerintah.

Kita tahu bagaimana rusaknya hutan kita ini, kalau tidak salah ada sekitar rata – rata 2,76 juta hektar yang rusak itu pada tahun 2005 dan 2006 ,dimana tempat kerusakan hutan paling parah ada disekitar Pulau Kalimantan dan Sumatra dimana dua kawasan ini memiliki tambang yang kapasitas dan luasnya yang sangat besar

Percuma saja kita menanam pohon dimana fungsi dari pohon itu sendiri adalah sebagai paru – paru kota dan sarana penyimpanan air yang bagus,sekarang kalau adanya PP ini berarti negara ini akan semakin cepat mengalami perubahan iklimnya.

Seharusnya Pemerintah lewat Kementerian Kehutanan merancang sistem peraturan dimana setiap pengusaha hutan harus bisa mengembalikan fungsi hutan ke sedia kala jika mereka menebangnya,karena selama ini penulis lihat sepertinya kementerian khusus hutan ini tidak pernah menindak keras sampai dicabut izin hutannya kepada para pengusaha hutan ini,sehingga yang terjadi sekarang ini seperti banjir dan sebagainya karena ulah dari pengusaha hutan itu yang berlindung yang namanya Birokrasi dan Uang tentunya…sehingga rakyatlah yang menanggung dan menderita..

Tentunya juga peran POLRI serta Kejaksaan Mulai dari Kejari , Kejati hingga Kejakgung dalam membasmi kejahatan kayu ini harus tegas tanpa pandang bulu dan pangkat serta titel baik mantan pejabat atau salah satu anggota keluarga yang disegani ,kalau perlu dihukum berat dan mengembalikan aset hutan yang mereka telantarkan serta denda yang cukup besar , memang disatu sisi hasil SDA kita banyak diminati oleh kalangan warga asing di luar negeri tapi apakah kita lantas memberikan dan menjualnya dengan mudah dan lancar , tanpa ada kompensasi atau tukeran terhadap alam..

Intinya adalah mulai sekarang kita harus kembali galakkan menanam pohon demi terciptanya perubahan iklim yang tidak merugikan kita semua sebagai umat Tuhan,dan Pemerintah juga harus tegas menindak orang – orang atau perusahaan yang hanya mementingakan diri sendiri tanpa mementingkan dampak dari apa yang mereka kerjakan..

Jadi apakah anda tertarik menyewa hutan yang diberikan Negara hanya dengan uang Rp.1,2 Juta atau dengan koin receh Rp.120 anda sudah dapat hutan yang anda inginkan,lebih baik milih pisang goreng hangat yang mengenyangkan atau rakyat sengsara serta banjir yang datang terus – terusan akibat dari persewaan hutan yang anda miliki ….?

A – Z Global Warming

Pada bulan Desember tahun lalu Indonesia tepatnya di Pulau Bali diadakan suatu perhelatan dunia dimana isi dan tujuan dari kegiatan itu adalah tentang bagaimana solusi dan cara menghentikan pemanasan Global yang semakin gila ini.

Kita tahu bagaimana Pemanasan Global ini bekerja, kita bisa lihat dan rasakan disekitar kita, kenapa banjir di DKI Jakarta , Pasuruan , Banjarnegara , belum lagi tanah longsor yang menimpa Kabupaten Karang Anyar – Jawa Tengah apakah kalian tahu kenapa musibah ini terjadi.ya…karena Pemanasan Global tadi

Supaya kita bisa tahu bagaimana dan apa sich Pemanasan Global atau bahasa kerennya adalah Global Warming,penulis ingin memberikan semacam serba – serbi tentang Global Warming supaya kita mengerti dan dapat menjelaskan kepada khalayak umum entah itu orangtua , kakak , adek kita yang masih kecil karena ditangan merekalah nantinya dunia ini bertumpu.

A – Australia ; negara satu – satunya di belahan bumi ini yang mempunyai Menteri dan Kantor Kementerian urusan Perubahan Iklim yang dibentuk oleh sang Perdana Menteri Baru Australia Kevin Rudd

B – Bali,tempat diselenggarakan sebuah Konvensi yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa – UN tentang perubahaan Iklim yang bernama United Nation Climate Change Conference pada tanggal 3 – 14 Desember 2007 dan menghasilkan kesepakatan yang bernama Bali Road Map yang nantinya akan menggantikan Protokol Kyoto yang sudah lebih dari 10 tahun..

C – Carbon Trade a.k.a perdagangan Karbon, Carbon trade ini mengundang semacam kontroversi karena mewajibkan setiap negara maju anggota dari protokol Kyoto untuk membayar jumlah karbon yang mereka keluarkan kepada setiap negara yang memiliki areal hutan,jika perdagangan ini terjadi dan terus menerus maka negara yang memiliki areal hutan mendapatkan semacam “ pesangon “ 1,26 miliar US Dollar ( silakan hitung sendiri berapa rupiah yang didapat negara seperti Indonesia hanya dari perdagangan karbon yang jelas – jelas merusak lingkungan )

D –Denmark adalah salah satu negara Skandinavia yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya setelah Indonesia dalam perhelatan dunia tentang perubahan iklim.

E – Emil Salim,Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia era Presiden kedua (alm ) H.M.Soeharto yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali – Indonesia.

F – Fashion atau cara berpakaian.Gaya hidup yang menggunakan produk yang ramah lingkungan sangat dianjurkan supaya tidak mencemarkan lingkungan sekitar.

G – GreenPeace, suatu NGO Internasional yang selalu respek dan peduli akan isu – isu yang beredar dikalangan masyarakat dunia terutama dalam hal lingkungan,aksi mereka ini terkadang menantang maut.

H – Hybrid,kita sering dengar kata – kata ini iya kata Hybrid adalah pemakaian atau penggunaan bahan bakar minyak dalam kendaraan yang kita gunakan sehingga dapat meminimalisasikan udara yang ada supaya tidak tercemar.

I - Indonesia , ya negara kita tercinta adalah negara yang berpenduduk sekitar 220 juta jiwa ini dengan Ibukotanya Daerah Khusus Ibukota ( DKI ) Jakarta terdapat berpuluh – puluh bahkan tidak terhingga kekayaan alamnya termasuk didalamnya adalah areal hutan , untuk yang satu ini Indonesia dan Brazil negara yang masih memiliki areal hutan yang sangat alami.

J – Jurnalis , tanpa jurnalis atau wartawan kita tidak akan tahu apa yang terjadi di belahan dunia saat ini termasuk dalam hal lingkungan seperti berapa hektar lahan hutan yang habis ditebang yang kayunya dijual tapi tidak ada pembibitan lagi untuk reboisasi.

K – Korea Selatan asal negara dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa – Bangsa ( Sekjend PBB ) Ban Ki Moon,beliaulah yang menggagas ide konvensi tentang perubahan iklim ini.

L – Leonardo Di Caprio , pemeran Romeo dalam Film Romeo and Juliet satu diantara banyak selebriti Hollywood yang respek akan issue lingkungan ini terbukti pada tahun 1998 Leo mendirikan Yayasan yang bernama Leonardo DiCaprio Foundation.

M – Malaysia negara serumpun melayu ini selalu menjadi tempat atau terminal daripada kayu – kayu hasil tebangan illegal logging yang dilakukan para cukong atau penebang di sepanjang hutan Kalimantan dan Sumatera – Indonesia yang berbatasan dengan negara pemasok TKI paling banyak

N – NATO ( Not Action Talk Only ) mungkin kata atau ungkapan yang pas bagi sekelompok atau individual yang selalu menyuarakan issue tentang lingkungan kepada siapa saja tetapi dirinya sendiri tidak pernah terlibat dilapangan.

O – ozon adalah salahsatu lapisan di atmosfer yang berfungsi sebagai pelindung Bumi dari serangan radiasi sinar ultraviolet dan dapat menyebabkan kanker,karena lapisan ozon inilah yang semakin tipis maka timbullah pemanasan global.

P – Polandia adalah sebuah negara dikawasan Eropa Timur yang akan menjadi tuan rumah konvensi tentang perubahan iklim setelah Negara Skandinavia – Denmark.

Q – Que Sera – Sera pada tas jinjing yang terbuat dari plastik yang selalu kita temui di supermarket ketika kita membeli suatu barang,mulailah dari sekarang menggunakan tas yang berbahan kain,karena plastik begitu kita tidak menggunakannya lagi maka akan semakin sulit untuk mengurainya butuh waktu lama..

R – Rachmat Witoelar , Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk negara Federasi Rusia dan Mongolia ini sekarang dipercaya menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada kabinet Indonesia Bersatu.

S –Styrofoam bahan ini dapat kita jumpai ketika kita memesan makanan pada suatu kedai makan cepat saji, bahan ini nasibnya tidak jauh beda dengan Plastik susah sekali untuk diurai dan didaur ulang dan membutuhkan waktu yang sangat – sangat lama.

T – Turn Off atau hemat listrik , tentunya ingat donk dengan slogan dari PLN yang 17-22 dimana pada pukul 17 ( jam 5 sore ) hingga pukul 22 ( jam 10 malam ) melakukan penghematan dengan cara mematikan lampu yang memiliki daya listrik 100 watt,dengan menjalankan aksi ini kalian tentunya sudah bisa membantu dalam mencegah sedini mungkin pemanasan global..

U – USA atau Amerika Serikat negara adidaya ini dengan ibukota Washington DC yang tidak mau menandatangani Protokol Kyoto dan juga sebagai biang dari segala biang dalam hal pemanasan global karena emisi gas yang dihasilkan oleh negara ini sampai 35 persen energi dunia untuk warganya dan ini yang terbesar dan tertinggi di dunia.

V
– Volunterr dengan menjadi sukarelawan di sebuah lembaga Swadaya Masyarakat – NGO maka kita bisa membantu dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya dunia yang sehat bukan dunia yang sudah terkontaminasi yang seperti sekarang ini,sekaligus menambah wawasan kita soal lingkungan…

W – Walking..selama ini kita selalu membudayakan menggunakan sarana transportasi mobil pribadi,mulailah dari sekarang budayakan jalan karena dengan berjalan kaki,badan akan semakin sehat dan terhindar dari segala penyakit.

X – XoXo ,sebarkan Cinta pada lingkungan melalui orang –orang terdekat kita,seperti mengingatkan orang rumah tentang kantong plastik yang susah diuraikan dan lebih baik menggunakan tas yang terbuat dari kain.

Y – Yes you do it now,tunggu apa lagi,lakukan tugas mu sebagai generasi muda dalam hal menjaga bumi dari pemanasan global karena nantinya kalau kita tidak jaga sebagai generasi muda,generasi adik – adik kita yang sekarang duduk di bangku TK dan SD mau hidup dimana

Z – Zimbawe adalah sebuah negara miskin di Afrika.Afrika , Asia dan sedikit Eropa adalah benua yang terkena langsung dampak dari pemanasan global…

So..itu semua tentang Global warming yang penulis sadur dari berbagai sumber,mulai hari ini dengan permulaan doa maka kita buat Indonesia dan dunia lepas dari pemanasan global dengan cara yang seperti diatas…

Pada Lumpur Kita Menyerah dan Tidak Peduli

Hampir dua tahun sudah peristiwa banjir lumpur yang terjadi di Sidoarjo – Jawa Timur berlangsung , dan hampir dua tahun sudah derita korban lumpur Lapindo menciut porsinya dalam pemberitaan di media baik media cetak , elektronik bahkan online sekalipun dengan adanya pemberitaan yang kalah tenarnya seperti banjir dan tanah longsor atau berita tentang masuknya sang mantan penguasa negara ini selama 32 tahun hingga menuju ajalnya.

Memang berbagai cara untuk menutup lubang yang menjadi awal petaka ini sudah dilakukan mulai dari cara disedot dengan menggunakan berpuluh – puluh alat sedot yang akhirnya rusak , kemudian mencoba memasukkan bola – bola beton yang ukurannya mulai dari kecil hingga besar sekali, membuat tanggul yang hingga tinggi hampir dua meter lebih tapi itu semua tidak ada hasilnya bahkan sekarang berita terakhir bahwa lumpur ini sudah meluap dan mengalir ke tempat yang lebih luas.

Ditengah kegelisahan dan kerisauan daripada keluarga besar korban lumpur Lapindo yang menantikan ganti rugi bahkan ada yang daerahnya tidak termasuk dalam peta penggantian tetapi dialiri lumpur Lapindo ini bahkan lebih luas wilayahnya mendadak sebuah berita masuk dalam kolom – kolom surat kabar yang menyatakan bahwa seorang Aburizal Bakrie dimana sekarang menjabat sebagai Menteri Negara Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia dimana saudaranya adalah pemilik saham dari PT.Lapindo Brantas ini dinobatkan sebagai Orang paling KAYA di Indonesia dengan jumlah pundi – pundinya baik bergerak maupun tidak bergerak sebesar 5,4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 50,2 triliun,bahkan mengalahkan sang Wapres yang juga saudagar ini berada dalam posisi urutan 31 orang terkaya di Indonesia.

Dengan berita dan jumlah kekayaan ini banyak orang di negara ini menyindir dan mencibir tetapi dilain pihak khususnya para korban Lapindo dana tersebut bisa menjadi angin segar bagi mereka dalam mencari masa depan mereka dalam berbagai hal setelah masa depan mereka terhantam oleh derasnya lumpur lapindo,bahkan sang Wapres pun berkomentar “Dengan kekayaan itu, pasti dibayar,” dengan kerugian sebesar kurang lebih Rp3,4 triliun, jelas ini jauh lebih kecil dari kekayaan yang dimiliki Ical.

Harapan tinggal harapan,karena hari demi hari bahkan tahun berganti tahun kepastian penggantian atas aset mereka belum bisa terealisasikan 100 % bahkan mereka selaku penanggungjawab ini selalu mengatakan yang tidak sesuai dengan harapan dari para warga.

Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita semua rakyat Indonesia yang simpati dengan apa yang terjadi dengan para korban lumpur ini hingga harus bolak – balik berdemo ke Jakarta hingga aparat keamanan Sidoarjo terpaksa sweeping siapa saja yang ke Jakarta untuk berdemo ditangkapi , apakah ganti rugi ini akan terealisasi oleh pihak penanggung jawab kepada semua korban lumpur mengingat sekarang ini hampir semua wilayah Sidoarjo sudah terendam lumpur tetapi pihak penanggung jawab hanya akan mengganti kerugian sesuai dengan roadmap yang dibuat antara korban dengan pihak Lapindo ?

Saran penulis sich,lebih baik PT.Lapindo Brantas maupun pihak – pihak yang mewakili Lapindo dalam hal ganti rugi harus menjelaskan secara detail tanpa ditutup – tutupi kepada korban kalau memang tidak ada dananya jangan hanya berdalih pada peta yang dibuat, atau pembayaran ganti rugi secara bertahap tapi tidak jelas ,karena sekarang peta itu sudah tidak ada gunanya lagi karena cakupan penjelajahan lumpur sudah luas bahkan lebih dari pemetaan yang anda buat, dan buat Pemerintah semestinya tidak perlu membantu sepeser Rupiah pun ataupun menetapkan kasus ini sebagai bencana nasional, karena ini kalau menurut ilmu hukum,ini murni kecelakaan yang dibuat oleh Pengembang dalam hal ini PT.Lapindo Brantas dan anak perusahaannya , yang ada Pemerintah harus tegas bahkan membantu warga Sidoarjo untuk mengajukan tuntutan melalui jalur hukum jika PT.Lapindo tidak bisa membayarkan ganti rugi kepada warga termasuk para pemilik sahamnya mulai dari yang terbesar persentasenya hingga yang terkecil.

Tetapi yang ada sekarang Pemerintah sepertinya ingin membantu dan membela pihak yang jelas – jelas merugikan warga Sidoarjo .

Kapan PT. Lapindo Brantas , kemudian anak perusahaannya bahkan sang Milyader Indonesia ini membayarkan ganti rugi yang menjadi hak rakyat Sidoarjo yang menjadi korban dari keserahkaan pihak yang ingin mengeruk keuntungan puluhan Dollar dan Rupiah dengan mengorbankan rakyat kecil yang sehari – hari harus memikirkan besok apakah mereka bisa makan atau tidak tanpa ada syarat dan ketentuan seperti yang sering berlaku di negara ini ? Hanya Tuhan dan para bos – bos ini yang tahu.

Yth : Abang Gubernur DKI Jakarta

Bang Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan abang Wakil Gubernur DKI..apa kabar nich ? semoga sehat – sehat saja ya disaat musim hujan ini yang terus – terusan menggujur kota Jakarta kite ini.

Gini bang,saya sebagai warga yang merasakan susahnya cari duit di DKI ini cukup prihatin dengan situasi yang ada saat ini dimana banjir datang lage bang…kirain penulis banjir Cuma datang sekali dalam lima tahun,tapi kok sekarang baru masuk itungan satu tahun menuju ke tahu 2012 udeh datang lagi bang..

Bahkan banjir kali ini ya bang bisa membuat SBY Presiden kite harus ganti mobil dari mobil khusus Kepresidenan yang bermerek Jerman ke mobil Pengawalnya yang jelas – jelas tidak ada bintang prestise sama sekali.bisa abang bayangin ga ?

Sebenarnya inti pokok dari permasalahan ini bang simpel aja kok yaitu DKI tidak ada lagi pekarangan khusus untuk menampung banjir jika kategorinya besar kenapa bisa begitu ? karena yang ada bang di Jakarta terutama disetiap – setiap sudut lima wilayah DKI sudah ditumbuhi dengan bangunan beton yang pondasinya langsung menancap ke bawah sehingga menutup lapisan yang berfungsi sebagi penyerap air dikala hujan,betul tidak bang ?

Abang bisa hitung disatu wilayah DKI saja ada berapa bangunan beton entah itu Mall,Pusat bisnis atau sekarang yang lagi tren yaitu Apartement,sementara DKI punya lima wilayah bisa bayangin ga bang ? oh ya satu lagi.kalau ane tidak salah ya bang daerah Pondok Indah Kapuk fungsinya dulu itu dibuat untuk sebagai danau penampung dan parkir air jika DKI mendapatkan hujan yang cukup besar kan bang,tapi kenapa sekarang menjadi Danau khusus Apartement kalangan Jetset ya ? ini yang kasih ijin ini gubernur siapa bang,secara abang kan kalau tidak salah sejak tahun 1970-an sudah masuk di lingkungan Pemerintahan Daerah DKI.

Program Banjir Kanal Timur atau istilah kerennya ya BKT,menurut ane tidak ada fungsinya bang,kenapa ane bisa bilang gitu ? karena percuma saja pembebasannya aje kagak beres,kebanyakan tangan menurut aye,karena didunia ini siapa sich yang ga mau duit bang apalagi urusan duit dengan tanah pasti untungnya gede.lagipula berita yang ane denger juga katanya BKT belum selesai aje,pas datang ujan tempat yang dijadiin BKT malah ga bisa nampung air ujannya .

Menurut penulis yang harus diperhatikan oleh abang Fauzi dan mas Pri adalah,revisi kembali UU lingkungan yang beredar diwilayah DKI misalnya disetiap gedung atau pusat niaga seperti mall sampe Apartement harus disediakan 30 – 40 % lahan kosong yang berfungsi sebagai sarana penyerap air jika air hujan datang yang intensitasnya tinggi hingga mengakibatkan banjir,yang kedua perbaiki sarana drainase yang menurut aye hampir tertutup akibat bangunan beton itu,seperti contoh yang terjadi di sekitar Jalan Thamrin-Sudirman mulai dari Sarinah,Jalan Sabang baru hitungan jam hujannya langsung ada genangan , anda tau sendiri bang daerah atau Jalan yang ane sebut kan daerah elite yang selalu dilewati para pejabat seperti contoh kasus Presiden kemarin.

Dan jika ada gedung yang menolak melakukan kebijakan itu kiranya anda bisa menegurnya dan turun langsung ke lapangan karena ane tidak yakin dengan kemampuan dari anak buah abang,karena semua pegawai negeri ( ane ga bilang lagi oknum,karena aye udah bosan selalu dengar oknum – oknum tapi kenyataannya memang benar pelakunya bukan orang yang memaanfaatkan suatu organisasi seperti PNS ) dinegara ini rata-ratanya kerjanya hanya ABS-asal Bapak atau abang Senang padahal konkritnya amburadul.

Trus bang kalau bisa setiap bulan tertibkan para penduduk yang membuat rumah liar disekitar pinggiran kali kalau perlu dipulangkan saja ke daerah asal dengan koordinasi Propinsi terkait dengan warga yang abang pulangkan,walaupun di satu sisi bang kalau abang lakukan ini mungkin banyak LSM yang menegur abang karena abang telah merampas hak hidup mereka,tapi di satu sisi lain kalau ini abang lakukan paling tidak bang,abang sudah bisa menghentikan banjir yang selama ini mungkin bersumber dari kumpulan rumah – rumah liar yang berada di pinggiran kali yang ada di DKI,karena mereka mungkin jumlah kedalaman dan lebar dari kali itu menciut.

Tolong diperhatikan itu ye bang,supaya DKI tidak lagi menjadi danau buatan setiap lima tahun sekali atau jangan-jangan setiap tahun.Aye selalu dukung program abang asal yang bermanfaat bagi orang kecil dan jelata,bukan bermanfaat bagi kalangan berduit bang.

I Want n’ Luv Green Indonesia,How About U ?

Pada tanggal 3 – 14 Desember 2007 yang lalu bertempat di Bali , Badan PBB yang membidangi masalah perubahan iklim yaitu United Nation Climate Change Conference – UNCCC atau bahasa sehari – harinya adalah Konfrensi Tingkat Dunia tentang Perubahan Iklim dimana hampir semua pejabat negara mulai dari Menteri Lingkungan hidup atau yang job desknya mirip dengan Menteri Lingkungan Hidup ini di seluruh dunia datang ke Bali untuk menyatukan visi , misi dan suara dari negara masing – masing dalam hal masalah perubahan iklim yang semakin lama semakin menjadi – jadi.

Kita tahu sendiri,bagaimana perubahan iklim yang semakin hari semakin menjadi-jadi tidak usah jauh-jauh,sekarang ini saja di Jakarta suhu udara saja pada siang hari panasnya minta ampun seperti berada dalam neraka,dan kalau turun hujan dinginnya minta ampun bisa seperti kayak di kutub yang minus lima belas derajat celcius,lebih parah lagi beberapa bulan yang lalu kalian pernah denger tentang berita dimana seluruh Jakarta Utara terendam air yang berasal dari pasangnya laut sehingga mengakibatkan beberapa jadwal penerbangan tertunda akibat banjir yang diakibatkan pasangnya air laut,dan bahkan kata beberapa sumber dibagian metrologi yang biasa mengurus soal cuaca,DKI Jakarta,kota kita tercinta ini bisa masuk kategori TSUNAMI !,kacau tidak itu.

Menurut penulis sudah saatnya kita ciptakan Jakarta dan kota – kota yang termasuk dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hijau,atau bahasa kerennya STOP GLOBAL WARMING,disini penulis bukannya mau sok jadi pahlawan biar mendapat hadiah kalpataru atau adipura dari Presiden dan Photo penulis terpampang di semua media massa baik cetak maupun elektronik hingga online,paling tidak kita sebagai anak muda dan anak nongkrong bisa berpartisipasi dalam menghijaukan negeri atau kota ini,toch dengan cara yang kita buat hasilnya akan dirasakan oleh adik-adik kecil dan cucu kita dimasa mendatang ,bagaimana caranya ?

Caranya adalah yaitu

Pertama,HEMAT LISTRIK DAN AIR kalian pasti tahu donk idiom dari PLN 17-22 ? dimana jam 17 ( jam 5 )sore sampai 22 ( jam 10 )malam kita harus menghemat listrik karena pasokan kebutuhan listrik meningkat pada jam tersebut supaya kapasitas dan kebutuhan listrik kita cukup ya,kita harus hemat dengan cara MEMATIKAN semua komponen listrik kayak AC,TV,Radio,DVD player,PS atau X-Box ,Komputer,charger HP jangan Cuma di stand-by doank kayak seperti TV dimatiin tapi lampu indikatornya masih nyala benar ga ? hal seperti ini yang sering kita lakukan sepele sich tapi dampaknya luas, serta kalau mau beli alat elektronik atau gadget pastikan yang listrik atau wattnya sangat rendah.

Kedua,Kalau punya lahan kosong entah dirumah kalian atau rumah teman atau dimana pun dengan izin tentunya kalau itu lahan orang,tanamlah pohon,karena dengan pohonlah udara kita bisa bersih lagi dan mengurangi polusi yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan bermotor serta membantu peresapan dan cadangan air jika saat musim kemarau datang.karena kita tahu kenapa udara Jakarta dan Indonesia sudah terkontaminasi dengan asap pabrik,bus kendaraan yang tidak ada filter saringannya sehingga kita sering lihat asapnya yang sangat hitam sekali dan asap yang seperti itu dampak buat tubuh kita besar sekali,seperti berpotensi menderita TBC atau mungkin kanker ? serem kan ! Sekedar informasi saja buat kalian bahwa Indonesia menduduki rangking 5 besar negara yang berpolusi tinggi dan itu berasal dari yang tadi penulis bilang diatas.

Ketiga,buanglah sampah pada tempatnya-kalian sering donk liat tulisan ini pada setiap kemasan makanan dibelakangnya atau diatas tempat sampah yang kita jumpai disetiap pinggir jalan tetapi masalahnya apakah kalian pernah membuang sampah baik plastik atau bungkusan makanan yang kalian makan ke tempat sampah ? pasti jawabannya beragam dan paling banyak belum.

Sudah saatnya kita buang sampah pada tempatnya,dan mau mengkritik bahkan menyuruh orang yang berada di depan kita ketika kita sedang berjalan membuang sampah ketempatnya jika orang itu membuang sampah sembarangan,karena kalau bukan kita siapa lagi yang mau menyelematkan bumi ini,betul tidak ?

Keempat,sebisa mungkin tidak membawa kendaraan pribadi jika ingin berpergian kalau tidak penting sekali,karena kita tahu bagaimana kondisi kota besar Indonesia terutama Jakarta yang sumpah mampus macet abis dan juga jika kita membawa kendaraan pribadi itu berarti menambah jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh knalpot dari mobil kita dengan kata lain kalian telah ikut membantu mencemarkan udara walaupun jenis bensin kalian boleh dikatakan hemat dan ramah lingkungan tetapi tetap saja menambah jumlah kadar polusi udara,cobalah kalian menggunakan sepeda kan sekarang lagi marak tuch pemerintah menganjurkan agar ke tempat kerja atau aktivitas lain dengan sepeda ( Bike to Work ),selain sehat kan bisa irit ongkos terutama ongkos untuk membeli bensin walaupun efek sampingnya betis kita jadi besar kayak talas bogor J,kalau tidak mau menggunakan sepeda kenapa juga berpergian dengan transportasi yang diciptakan oleh Bang Yos,mantan gubernur DKI yaitu TransJakarta alias Busway kan enak ada jalurnya sendiri,pake AC walaupun jumlahnya terbatas,paling tidak kan kalian telah membantu mengurangi dampak polusi udara yang semakin tidak menentu ini.

Kelima,Rajin-rajinlah membaca koran,majalah,search online atau ikut seminar tenang lingkungan hidup, nonton film dokumenter tentang lingkungan hidup , karena selama ini penulis melihat banyak warga Indonesia terutama kalangan remaja tidak menyukai hal-hal seperti ini,karena pikir mereka hal seperti bukan urusan mereka,itulah salah mereka.cobalah mulai sekarang lebih aware dengan kondisi seperti ini misalnya kita bisa saja ikut program-program yang diadakan oleh NGO atau LSM yang berkaitan dengan lingkungan hidup misalnya menjadi volunteer Greenpeace , WWF atau Walhi.atau kita bisa menulis tentang cara mengatasi masalah lingkungan di blog kalian atau mungkin di surat kabar yang nantinya akan dibaca oleh Menteri Lingkungan Hidup bahkan Presiden sekalipun dan memanggil kita untuk menjelaskan tentang ide – ide yang kita punya untuk mencegah pemanasan global di Istana,itu pasti suatu kebanggaan sendiri,betul tidak ?

Itu lima hal yang harus diperhatikan kita sebagai warga negara yang ingin negara kita Indonesia terutama Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya dalam mewujudkan udara yang bersih dan sehat dan tidak ada lagi pemanasan global yang sekarang lagi marak.kalau bukan kita sebagai generasi muda atau yang lebih dikenal generasi MTV siapa lagi ???? STOP GLOBAL WARMING !!!

Are you Mr / Mrs Plastic Maniac ?


Beberapa minggu yang lalu kebetulan penulis sedang jalan – jalan untuk menghirup udara segar di Bandung walaupun akhirnya kecewa karena Bandung bukan kota yang sejuk lagi melainkan kota dari para FO – atau pakaian murah meriah.

Tetapi tidak terlalu kecewa juga karena kebetulan di Bandung tepatnya di salahsatu kampus yang pernah disingahi untuk menuntut ilmunya oleh tokoh proklamator kita Ir.Soekarno sedang diadakan kampanye lingkungan tentang penyadaran masyarakat tentang mengurangi penggunaan bahan yang terbuat dari plastik.

Plastik…iyalah siapa yang tidak kenal dengan bahan ini, bahan selalu kita dapatkan atau kita gunakan kalau kita belanja untuk menampung barang – barang yang kita telah beli tanpa kita dasari bahwa bahan plastik atau plastik kresek yang warna hitam atau warna lainnya itu ternyata susah sekali untuk diurai atau didaur ulang terutama kedalam tanah..

Kapan Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia membuat dan memberlakukan sebuah UU lingkungan tentang pelarangan Plastik untuk keperluan sehari – hari seperti halnya negara Australia yang menurut Menteri Lingkungannya, Peter Garrett yang penulis kutip dari BBC seksi Indonesia mengatakan melarang toko – toko yang menyediakan tas plastik gratis akhir tahun ini.

“Ada sekitar empat miliar tas plastik terapung-apung, memenuhi tempat penampungan sampah, dan akhirnya mempengaruhi hidupan liar kita, dan muncul di pantai kita, selagi kita berlibur,”

Peter Garret –

Selain Australia ,negara adikuasa Amerika Serikat tepatnya di kota Big Apple – New York meloloskan RUU yang mengharuskan toko besar menyediakan kotak daur ulang untuk tas plastik. Beberapa kota lain di Amerika, termasuk San Francisco, telah melarang tas plastik dari toserba.Negara tirai bambu Republik Rakyat China juga menyerukan melarang setiap toko dinegara itu untuk menggunakan plastik yang akan mulai berlaku Juni tahun ini,selain itu juga otoritas pemerintah tersebut juga memerintahkan penghentian produksi tas plastik tipis, yang banyak diekspor ke berbagai negara. Pembuatan tas plastik ultra-tipis juga dilarang keras , sebagai gantinya masyarakat China di dorong untuk selalu menggnakan keranjang atau tas kain yang bisa digunakan berulang – ulang kali untuk menampung barang belanjaan yang mereka beli.

Sekedar informasi , bahwa penduduk negara tirai bambu ini setiap harinya menggunakan lebih dari 2 miliar tas plastik dan untuk membuat tas plastik itu membutuhkan hampir 40 juta barel minyak, langkah negara dari pebasket Yao Ming ini mengikuti negara – negara seperti Perancis, Irlandia, dan Afrika Selatan, yang mencoba mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh sampah dari tas plastik, seperti saluran air yang tersumbat dan kematian satwa-satwa liar. Toko yang melanggar ketentuan baru ini bisa didenda atau barang dagangan mereka disita, kata pernyataan Dewan Negara. Dewan Negara juga menyerukan upaya daur ulang yang lebih dari para pengumpul limbah, dan menganjurkan otorita keuangan agar mempertimbangkan pajak yang lebih tinggi atas produksi dan penjulan tas plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat Cina memicu kekhawatiran soal polusi dan penggunaan sumber dayanya.

Jadi mulai sekarang SAY NO TO PLASTIC for your live….