Sabtu, 23 Februari 2008

Yth : Abang Gubernur DKI Jakarta

Bang Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan abang Wakil Gubernur DKI..apa kabar nich ? semoga sehat – sehat saja ya disaat musim hujan ini yang terus – terusan menggujur kota Jakarta kite ini.

Gini bang,saya sebagai warga yang merasakan susahnya cari duit di DKI ini cukup prihatin dengan situasi yang ada saat ini dimana banjir datang lage bang…kirain penulis banjir Cuma datang sekali dalam lima tahun,tapi kok sekarang baru masuk itungan satu tahun menuju ke tahu 2012 udeh datang lagi bang..

Bahkan banjir kali ini ya bang bisa membuat SBY Presiden kite harus ganti mobil dari mobil khusus Kepresidenan yang bermerek Jerman ke mobil Pengawalnya yang jelas – jelas tidak ada bintang prestise sama sekali.bisa abang bayangin ga ?

Sebenarnya inti pokok dari permasalahan ini bang simpel aja kok yaitu DKI tidak ada lagi pekarangan khusus untuk menampung banjir jika kategorinya besar kenapa bisa begitu ? karena yang ada bang di Jakarta terutama disetiap – setiap sudut lima wilayah DKI sudah ditumbuhi dengan bangunan beton yang pondasinya langsung menancap ke bawah sehingga menutup lapisan yang berfungsi sebagi penyerap air dikala hujan,betul tidak bang ?

Abang bisa hitung disatu wilayah DKI saja ada berapa bangunan beton entah itu Mall,Pusat bisnis atau sekarang yang lagi tren yaitu Apartement,sementara DKI punya lima wilayah bisa bayangin ga bang ? oh ya satu lagi.kalau ane tidak salah ya bang daerah Pondok Indah Kapuk fungsinya dulu itu dibuat untuk sebagai danau penampung dan parkir air jika DKI mendapatkan hujan yang cukup besar kan bang,tapi kenapa sekarang menjadi Danau khusus Apartement kalangan Jetset ya ? ini yang kasih ijin ini gubernur siapa bang,secara abang kan kalau tidak salah sejak tahun 1970-an sudah masuk di lingkungan Pemerintahan Daerah DKI.

Program Banjir Kanal Timur atau istilah kerennya ya BKT,menurut ane tidak ada fungsinya bang,kenapa ane bisa bilang gitu ? karena percuma saja pembebasannya aje kagak beres,kebanyakan tangan menurut aye,karena didunia ini siapa sich yang ga mau duit bang apalagi urusan duit dengan tanah pasti untungnya gede.lagipula berita yang ane denger juga katanya BKT belum selesai aje,pas datang ujan tempat yang dijadiin BKT malah ga bisa nampung air ujannya .

Menurut penulis yang harus diperhatikan oleh abang Fauzi dan mas Pri adalah,revisi kembali UU lingkungan yang beredar diwilayah DKI misalnya disetiap gedung atau pusat niaga seperti mall sampe Apartement harus disediakan 30 – 40 % lahan kosong yang berfungsi sebagai sarana penyerap air jika air hujan datang yang intensitasnya tinggi hingga mengakibatkan banjir,yang kedua perbaiki sarana drainase yang menurut aye hampir tertutup akibat bangunan beton itu,seperti contoh yang terjadi di sekitar Jalan Thamrin-Sudirman mulai dari Sarinah,Jalan Sabang baru hitungan jam hujannya langsung ada genangan , anda tau sendiri bang daerah atau Jalan yang ane sebut kan daerah elite yang selalu dilewati para pejabat seperti contoh kasus Presiden kemarin.

Dan jika ada gedung yang menolak melakukan kebijakan itu kiranya anda bisa menegurnya dan turun langsung ke lapangan karena ane tidak yakin dengan kemampuan dari anak buah abang,karena semua pegawai negeri ( ane ga bilang lagi oknum,karena aye udah bosan selalu dengar oknum – oknum tapi kenyataannya memang benar pelakunya bukan orang yang memaanfaatkan suatu organisasi seperti PNS ) dinegara ini rata-ratanya kerjanya hanya ABS-asal Bapak atau abang Senang padahal konkritnya amburadul.

Trus bang kalau bisa setiap bulan tertibkan para penduduk yang membuat rumah liar disekitar pinggiran kali kalau perlu dipulangkan saja ke daerah asal dengan koordinasi Propinsi terkait dengan warga yang abang pulangkan,walaupun di satu sisi bang kalau abang lakukan ini mungkin banyak LSM yang menegur abang karena abang telah merampas hak hidup mereka,tapi di satu sisi lain kalau ini abang lakukan paling tidak bang,abang sudah bisa menghentikan banjir yang selama ini mungkin bersumber dari kumpulan rumah – rumah liar yang berada di pinggiran kali yang ada di DKI,karena mereka mungkin jumlah kedalaman dan lebar dari kali itu menciut.

Tolong diperhatikan itu ye bang,supaya DKI tidak lagi menjadi danau buatan setiap lima tahun sekali atau jangan-jangan setiap tahun.Aye selalu dukung program abang asal yang bermanfaat bagi orang kecil dan jelata,bukan bermanfaat bagi kalangan berduit bang.

Tidak ada komentar: